PT Inexco Jaya Makmur Bertanggung Jawab Pelestarian Lingkungan Nagari Cubadak

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Pertemuan PT IJM dengan tokoh masyarakat Cubadak, Duokoto difasilitasi Pemkab Pasaman, di Lubuksikaping, Senin (27/08/2018).

Direktur Utama PT Inexco Jaya Makmur (IJM), Firmansyah Yusuf mengatakan, pihaknya mengalami kerugian sebesar Rp2 miliar lebih akibat pengerusakan dan pembakaran basecamp dan fasilitas perusahaan itu di Simpang Tonang, Kecamatan Duokoto, oleh massa beberapa waktu lalu. 

"Untuk kasus ini kita sudah serahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum. Biarlah mereka yang proses, kita tidak bisa ngapa-ngapain disitu. Informasi yang kita terima, lima tersangka sudah diamankan," ujar Yusuf kepada Indonesiasatu.co.id.

Sebelum ada kejelasan hukum terkait kasus tersebut, pihaknya PT IJM belum bisa memastikan kapan aktivitas penambangan emas di Nagari Simpang Tonang itu beroperasi kembali.

"Untuk di Simpang Tonang belum ada kejelasan. Kita tidak akan balik kesana sebelum ada kejelasan hukum dari pihak kepolisian. Kita akan fokus di Cubadak dulu," katanya.

Ia pun mengaku kaget masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat Simpang Tonang terhadap aktivitas tambang emas oleh perusahaan tersebut di wilayah itu. Meski pihaknya sudah mengantongi izin, bahkan dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat setempat.

"Saya juga kaget, kok bisa sampai begini. Padahal, bawahan saya sudah mengadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat disana, berkali-kali. Malah, kita sudah mengantongi izin terkait usaha pertambangan ini. Demikian juga surat dukungan dari ninik mamak Simpang Tonang maupun Cubadak sudah dipegang," ujarnya.

Namun, setelah peristiwa anarkis tersebut meletus, para tokoh masyarakat yang dia maksud itu malah lepas tangan begitu saja. Mereka, tidak satupun yang mau bersuara.

"Dengan dasar peristiwa itu kita mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi dengan masyarakat Cubadak. Padahal, pembicaraan-pembicaraan sudah lama kita lakukan," ujarnya.

Yusuf menambahkan, pihaknya akan memulai aktivitas penambangan emas di Nagari Cubadak, dengan luas area tambang yang dikantongi dalam izin usaha produksi pertambangan emas seluas 2.408 hektare.

"Tapi sebelum berproduksi, kita masih menampung aspirasi masyarakat Cubadak. Dari pertemuan yang difasilitasi pak Bupati tadi, belum ada permintaan. Mereka berembuk dulu secara internal, 10 sampai 12 hari kedepan. Kita dari perusahaan ngasih waktu untuk ninik mamak, pucuk adat berembuk," ujarnya.

Komisaris PT IJM, Iwan Sudiarta mengatakan, proses penambangan emas aluvial di kawasan Cubadak, Duokoto, akan dimulai dalam waktu dekat. Tepatnya di Jorong Muara Tambangan. Semua izin terkait pertambangan pun, diakui sudah dikantongi perusahaan tersebut.

"Kita bekerja mulai di Muara Tambangan, Nagari Cubadak. Untuk itu kami meminta dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat Duokoto. Kami yakin pertambangan ini bisa membuat masyarakat lebih sejahtera, geliat ekonomi masyarakat meningkat dengan hadirnya perusahaan ini. Kami juga akan bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan," katanya. (Anto).

 

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita